{"id":976,"date":"2026-06-24T21:45:39","date_gmt":"2026-06-24T21:45:39","guid":{"rendered":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/?p=976"},"modified":"2026-06-24T21:45:39","modified_gmt":"2026-06-24T21:45:39","slug":"resep-kue-putu-tradisional-cara-membuat-kue-putu-yang-lezat-dan-mudah-di","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/resep-kue-putu-tradisional-cara-membuat-kue-putu-yang-lezat-dan-mudah-di\/","title":{"rendered":"Resep Kue Putu Tradisional: Cara Membuat Kue Putu yang Lezat dan Mudah di"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kue Putu Tradisional: Cara Membuat Kue Putu yang Lezat dan Mudah<\/h1>\n<p>Kue putu adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang memiliki citarasa khas dan aroma harum. Dikenal sebagai jajanan pasar, kue ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak. Ciri khas dari kue putu adalah bungkus bambunya serta isiannya yang manis dan gurih. Artikel ini akan mengulas secara rinci resep kue putu tradisional yang mudah diikuti dan tentunya lezat untuk disajikan.<\/p>\n<h2>Sejarah Singkat Kue Putu<\/h2>\n<p>Kue putu adalah salah satu kue tradisional beras yang sudah ada sejak zaman kolonial. Makanan ini berasal dari perpaduan budaya China dan Indonesia. Meskipun asal usul yang tepat tidak diketahui, kue putu hampir selalu hadir di berbagai acara keluarga dan festival budaya, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan Kue Putu<\/h2>\n<p>Untuk membuat kue putu yang enak dan kenyal, kita perlu menyiapkan beberapa bahan utama berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>250 gram tepung beras<\/strong>: Tepung beras adalah bahan utama dalam pembuatan kue putu, yang memberikan tekstur kenyal saat dikukus.<\/li>\n<li><strong>200 ml air daun pandan<\/strong>: Air ini dibuat dari Blender beberapa daun pandan dengan ditambah air, lalu saring. Air daun pandan akan memberikan warna hijau alami serta aroma harum pada kue.<\/li>\n<li><strong>100 gram kelapa parut kasar<\/strong>: Pilih kelapa yang tidak terlalu tua agar tidak keras.<\/li>\n<li><strong>150 gram gula merah<\/strong>: Gula merah dipotong kecil-kecil untuk isian kue.<\/li>\n<li><strong>1\/2 sendok teh garam<\/strong>: Sebagai penambah rasa.<\/li>\n<li><strong>Taburi dengan kelapa parut<\/strong>: Pilih kelapa parut segar untuk taburan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Alat yang Diperlukan<\/h2>\n<p>Beberapa alat yang dibutuhkan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Cetakan bambu<\/strong>: Sebagai ciri khas, cetakan bambu digunakan untuk membuat bentuk silinder pada kue putu.<\/li>\n<li><strong>Panci kukusan<\/strong>: Digunakan untuk mengukus kue putu hingga matang.<\/li>\n<li><strong>Penyaring<\/strong>: Untuk menyaring air pandan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Membuat Kue Putu<\/h2>\n<p>Langkah demi langkah berikut ini akan memandu Anda untuk membuat kue putu yang lezat dan sempurna:<\/p>\n<h3>Persiapan Awal<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Siapkan Air Pandan<\/strong>: Blender daun pandan dengan air, lalu saring dengan penyaring halus untuk mendapatkan air pandan beraroma segar.<\/li>\n<li><strong>Siapkan Kelapa<\/strong>: Campurkan kelapa parut kasar dengan sedikit garam, kukus sebentar agar tetap segar.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Membuat Adonan<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Campur Tepung Beras<\/strong>: Dalam mangkuk besar, masukkan tepung beras. Basahi tepung dengan perlahan menggunakan air pandan. Aduk hingga reman. Adonan harus butiran dan tidak basah.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan Garam<\/strong>: Campurkan garam ke dalam adonan tepung. Aduk rata.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Membentuk Kue Putu<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Isi Cetakan Bambu<\/strong>: Masukkan setengah dari adonan ke dalam cetakan bambu. Tambahkan potongan gula merah ke tengah adonan, lalu tutup dengan sisa adonan tepung hingga penuh.<\/li>\n<li><strong>Kukus Kue Putu<\/strong>: Letakkan cetakan bambu yang sudah diisi dalam panci kukusan yang sudah dipanaskan. Kukus selama kurang lebih 10-15 menit hingga matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Penyajian<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Melayani<\/strong>: Angkat kue putu dari cetakan bambu dan letakkan di piring saji.<\/li>\n<li><strong>Taburi Kelapa<\/strong>: Taburi bagian atasnya dengan kelapa parut kukus agar menambah citarasa gurih.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips dan Trik Membuat Kue Putu yang Sempurna<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Perhatikan Ukuran Cetakan<\/strong>: Pastikan tidak mengisi adonan terlalu padat agar kue putu dapat mengembang dan matang sempurna.<\/li>\n<li><strong>Pilih Gula Merah Berkualitas<\/strong>: Gunakan gula merah atau gula aren berkualitas bagus untuk mendapatkan karamel manis yang lezat.<\/li>\n<li><strong>Periksa Kekentalan Adonan<\/strong>: Adonan yang baik tidak boleh terlalu basah atau kering. Seimbangkan penggunaan air pandan untuk hasil yang optimal.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Kue Putu adalah salah satu dari banyak kekayaan kuliner tradisional yang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kue Putu Tradisional: Cara Membuat Kue Putu yang Lezat dan Mudah Kue putu adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang memiliki citarasa khas dan aroma harum. Dikenal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[504],"class_list":["post-976","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-putu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=976"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":978,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976\/revisions\/978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekcoc.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}